PUPUK HALAL BERTEMU ANWAR IBRAHIM

Pupuk Halal Bertemu Anwar Ibrahim

Ibarat rasa yang ditumbuhkan oleh semesta, pertemuan Prof Ali Zum, dengan salah seorang tokoh negri jiran dalam upaya membangun masa depan sesama bangsa. Berdiskusi tentang keprihatinan yang sama untuk tujuan mulia. Berikut kutipan langsung yang diambil dari halaman Wall Facebook Prof. ALi. Semoga pertemuan ini memberikan manfa’at dan maslahat bagi kedua negara dan bangsa.

KEPRIHATINAN PANGAN BERSAMA DUA NEGARA

Dalam pertemuan kami dg Datok Sri Anwar Ibrahim dan Menteri Besar Negeri Sembilan Jiran, Indonesia dan Malaysia dua negara yang bertetangga serumpun memiliki problem yang sama dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya…keduanya masih impor beras!!! dan juga pangan lainnya seperti buah dan sayur. Padahal sama sama memiliki lahan yang cukup luas dan subur yang cocok untuk tumbuh kembang pangan tetapi justru menjadi negara PENGIMPOR PANGAN….Jangankan Kedelai dan jagung impor beras pun jutaan Ton belum komoditi lain.

Ditengah gejolak ekonomi dunia dengan melemahnya nilai tukar mata uang masing2 terhadap Dollar, impor pangan ini menjadi terasa menguras Devisa memperbesar devisit neraca berjalan, apalagi ekspor komoditas Sawit dan Karet yg selama ini menjadi andalan akhir akhir ini makin berat dapat keuntungan dengan penolakan dan proteksi negara negara tujuan seperti di Amerika, Eropa dan Cina dg berbagai alasan untuk melindungi petani dan produk minyak nabati dalam negerinya karena pemakaian untuk biofuel tidak populer lagi dengan makin majunya energi alternatif lainnya yang jauh lebih murah. Perlu SOLUSI segera keluar dari masalah ini…

Masalah Teknologi dan kultur masyarakat melayu masih menjadi bahasan sehingga perlu terobosan yang REVOLUSIONER yang didukung keberpihakan Kebijakan pemerintah yang serius terhadap para petani pangan. Subsidi terhadap petani pangan harus dan besar. Bedanya dengan di Indonesia petani padi di negeri Jiran mendapat kan subsidi di pengolahan tanah sampai siap tanam, pupuk N P K 100% gratis. Pengendalian Hama Penyakit oleh pemerintah dan petani gratis 50% biaya pestisida, gratis air irigasi teknis meskipun dengan pompa2 raksasa menaikkan air dari sungai besar alam yg dalam (5 sd 10 meter) dan panen sdh mekanisasi dan panen petani langsung diambil kilang padi dengan harga yang bagus (sekitar Rp. 4.000).

Harga beras medium yang di beli masyarakat ternyata sama dg di Indonesia yaitu Rp.10.500/kg. Dengan demikian jika dg Asumsi yg sama dg petani padi di Indonesia keuntungan petani padi Jiran bertambah setidaknya dari biaya pengolahan lahan, pupuk makro NPK, Pemberantas hama penyakit yang gratis serta biaya panen yg ringan (mekanisasi). Meskipun Produktivitas petani di Gemas Jiran rendah kurang dari 1 ton/are (atau sekitar 2,5 ton/ha selama 3,5 bulan) tetapi, dengan rendahnya biaya yg dikeluarkan petani maka mereka tetap ada keuntungan dengan harga jual padi yg sama dg indonesia…sehingga dicari upaya untuk meningkatkan produktivitas petani dg teknologi yang mudah diterapkan tetapi tidak mahal. MIGO menjadi Alternatifnya.
Go MIGO GO REVOLUSI.

Demikian Sedikit update yang mudah-mudahan bisa menjadi perhatian kita dalam upaya membangun sumber-sumber pangan sehat dan baik bagi generasi. Serta mengembalikan marwah budidaya pertanian lokal sehingga bisa menjadi jaya di negeri sendiri.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.